Anwar Hafid, Gubernur yang Berani Hadirkan Komitmen Nyata untuk Keberkahan di Bumi Tadulako

Saat bulan suci Ramadan memasuki sepuluh hari terakhir, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan pentingnya fase ini bagi umat Islam. Periode ini, menurutnya, adalah titik krusial dan berpotensi besar untuk mendapatkan keutamaan.
Mengenal Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya melebihi seribu bulan, jatuh pada periode sepuluh hari terakhir Ramadan. Anwar Hafid menekankan hal ini dalam pernyataannya setelah menunaikan Salat Subuh dan menutup rangkaian Iktikaf Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Mujahidin, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.
“Ramadan mencapai puncak kemuliaannya di akhir-akhir bulan, di mana malam Lailatul Qadar berada,” kata Anwar Hafid kepada jamaah.
Peran Aktif dalam Malam Lailatul Qadar
Sebagai orang nomor satu di Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar hadir setiap tahun pada bulan Ramadan. Namun, yang membedakan adalah bagaimana individu merespons dan memanfaatkan malam tersebut dengan melakukan amal ibadah.
“Intinya, apa yang kita lakukan pada malam itu? Apakah kita isi dengan kebaikan atau tidak? Jika diisi kebaikan, pahalanya akan berlipat ganda seakan-akan beribadah selama seribu bulan,” katanya.
Iktikaf: Upaya Menghidupkan Malam Penuh Kemuliaan
Anwar Hafid melanjutkan, menjalankan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadan adalah manifestasi nyata dari upaya untuk memanfaatkan malam-malam berharga ini dengan aktivitas spiritual dan keagamaan.
Berani Berkah: Inisiatif dari Gubernur Anwar Hafid
Kegiatan keagamaan ini juga merupakan unsur dari program unggulan BERANI Berkah, yang merupakan bagian dari 9 inisiatif BERANI dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya dari segi pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan spiritualitas.
“Itulah mengapa kami melakukan iktikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan, agar malam-malam terakhir ini diisi dengan kegiatan spiritual yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Iktikaf ini adalah bagian dari upaya kita membangun Sulawesi Tengah yang semakin berkah,” jelas Anwar Hafid.
Komitmen Nyata, Bukan Janji Politik
Pada kesempatan yang sama, Anwar Hafid menegaskan bahwa program BERANI Berkah bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen yang nyata untuk mewujudkan keberkahan di Bumi Tadulako.
“BERANI Berkah bukan program politik. Saya ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT,” tegasnya.
Inspirasi dari Negeri Saba’
Sebagai penutup, Anwar Hafid mengutip Al-Quran Surah Saba ayat 15 tentang negeri Saba’ yang dijelaskan sebagai negeri terbaik (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
Sebagai tambahan, Anwar Hafid dan empat kepala daerah lainnya dinobatkan sebagai Gubernur yang Bijak No Flexing.
