PERMAHI Ajak Aktivis di Rumah Dinas Ketua DPD RI, Menjawab Tantangan Zaman dengan Solusi Efektif

Dalam hangatnya suasana silaturahmi dan buka puasa bersama yang terselenggara di kediaman Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, pada 15 Maret 2026, terdapat semangat yang lebih dari sekadar keakraban. Antara temu kangen dan kerinduan menjelang Ramadan, terjalin pula sebuah diskusi penting yang melibatkan berbagai aktivis dan komunitas masyarakat. Ini semua merupakan bagian dari upaya untuk memuliakan bulan suci dan memperteguh jalinan silaturahmi.
Siklus Activisme: Dari Benih Gagasan Hingga Panen Perubahan
Menyampaikan pesan dalam suasana kebersamaan tersebut, Sultan B. Najamudin, Ketua DPD RI, menekankan bahwa aktivis memainkan peran penting sebagai penggerak ide dan perubahan sosial dalam demokrasi. Menurutnya, perjuangan seorang aktivis bisa dibandingkan dengan proses menanam, dimulai dari pembibitan ide, menyemai, menanam, merawat, hingga akhirnya menikmati hasil dari tanaman tersebut.
Menjawab Tantangan Zaman: PERMAHI dan Ruang-ruang Diskusi Produktif
Di sisi lain, Azhar Sidiq, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI), menegaskan pentingnya aktivis untuk tidak hanya berfokus pada penyampaian aspirasi. Ia menekankan bahwa aktivis juga harus mampu menjawab tantangan zaman melalui diskusi yang produktif dan konstruktif. Azhar melihat forum diskusi sebagai sarana penting bagi aktivis untuk merumuskan pemikiran dan membangun opini yang lahir dari proses intelektual bersama.
Merumuskan Gagasan Melalui Diskusi
“Sebagai aktivis, kita harus mampu menjawab tantangan zaman. Forum-forum diskusi menjadi ruang untuk merumuskan gagasan dan opini yang lahir dari pertukaran pemikiran. Hasil dari sebuah diskusi tersebut harus kita sampaikan secara akademis agar menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Azhar dengan tegas.
Memperkuat Kebersamaan dan Memperkaya Perspektif
Acara silaturahmi dan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum yang berharga untuk memperkuat kebersamaan antar aktivis, komunitas, serta tokoh masyarakat. Lebih dari sekadar mempererat hubungan sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkaya perspektif mengenai peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan bangsa.