Yayasan RCT Menegaskan Komitmen pada Transparansi dan Kepatuhan Terhadap SOP

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional, Yayasan Rakyat Cerdas Ternutrisi (RCT) secara tegas menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP). Dalam pernyataan resmi yang dirilis, yayasan mengungkapkan pentingnya meluruskan isu-isu yang beredar agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan berbasis fakta.
Komitmen Yayasan RCT pada Transparansi
Ketua Yayasan RCT, Agung Anugrah Putra, mengungkapkan bahwa penting untuk memperjelas berbagai isu yang muncul agar sesuai dengan kenyataan di lapangan. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan, yayasan menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasionalnya dilaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.
“Seluruh kinerja Asisten Lapangan (Aslap) berjalan sesuai dengan SOP. Kami berkomitmen untuk menjalankan setiap kegiatan dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan untuk menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat,” kata Agung.
Penyesuaian Harga Bahan Pokok
Menyikapi isu terkait kenaikan harga bahan pokok, seperti tempe dan gas, yayasan RCT mengakui adanya penyesuaian dalam proses pengadaan. Penyesuaian ini, menurut mereka, tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar yang ada.
- Proses pengadaan dilakukan dengan transparan.
- Harga tetap sesuai dengan HET yang ditetapkan.
- Penyesuaian harga dilakukan secara wajar.
- Kondisi pasar menjadi pertimbangan utama.
- Transparansi adalah prioritas dalam setiap pengadaan.
“Kami pastikan bahwa seluruh proses pengadaan dijalankan dengan prinsip transparansi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Klarifikasi Terkait Temuan Daging Ayam
Berkenaan dengan laporan mengenai temuan daging ayam yang dalam kondisi tidak layak konsumsi, yayasan RCT memberikan penjelasan. Agung menyatakan bahwa saat penerimaan barang oleh admin gudang, daging tersebut dalam keadaan segar dan layak. Kerusakan yang terjadi, lanjutnya, disebabkan oleh masalah teknis pada sistem pendingin saat penyimpanan.
“Kami ingin menegaskan bahwa daging ayam tersebut tidak pernah diolah atau didistribusikan kepada pihak manapun,” jelasnya dengan tegas.
Komitmen Terhadap Supplier
Yayasan RCT juga menyampaikan bahwa supplier tidak mengajukan klaim pembayaran terkait kejadian tersebut. Ini menunjukkan bahwa kerugian sepenuhnya ditanggung oleh supplier sebagai bentuk komitmen untuk menjaga hubungan kerja sama yang baik. Hal ini menjadi bukti nyata dari transparansi yang diterapkan oleh yayasan.
“Admin gudang kami memiliki kewenangan untuk menolak barang yang tidak memenuhi standar. Insiden ini akan menjadi bahan evaluasi internal untuk memperkuat sistem pengawasan dan penyimpanan ke depan,” tambah Agung.
Menjawab Kritikan Mengenai Kualitas Menu
Terkait masukan dari masyarakat mengenai kualitas menu yang disediakan, yayasan RCT mengundang pihak-pihak yang memberikan kritik untuk menyampaikan data yang lebih rinci. Dengan cara ini, yayasan berharap evaluasi dapat dilakukan secara objektif dan transparan, serta meningkatkan kualitas layanan yang diberikan.
Salah seorang warga Sedanau, Ismail, juga memberikan pandangannya mengenai situasi tersebut. Ia menekankan bahwa yayasan memiliki kendali penuh dalam menjalankan program. Oleh karena itu, diharapkan yayasan dapat mengambil langkah tegas demi keberlanjutan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pentingnya Tindakan Tepat dari Yayasan
“Pada prinsipnya, yayasan memiliki hak dan kendali penuh. Jika ada rekanan yang tidak lagi mampu bekerja sama, kami berharap yayasan dapat segera mengambil tindakan, termasuk membangun dapur baru agar program tetap berjalan dan anak-anak tetap mendapatkan manfaat yang seharusnya,” pungkas Ismail.
Kesinambungan Operasional Yayasan
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan RCT menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan operasional dengan profesionalisme, transparansi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mereka juga mengimbau seluruh pihak agar menyampaikan informasi dengan seimbang dan berbasis fakta, demi menjaga kepercayaan publik.
Hingga berita ini disusun, pihak media masih berupaya untuk mengonfirmasi informasi dari pihak lain, termasuk Wan Safri selaku mitra Yayasan RCT, guna mendapatkan keterangan lebih lanjut mengenai isu-isu yang beredar. Ini menunjukkan bahwa yayasan terbuka untuk dialog dan klarifikasi demi kepentingan semua pihak.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Yayasan RCT berkomitmen untuk tetap menjadi lembaga yang transparan dan dapat dipercaya, serta terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Melalui prinsip transparansi SOP, yayasan berharap dapat membangun fondasi yang kuat bagi keberlanjutan program dan kegiatan mereka di masa depan.